SELAMAT DATANG, SUGENG RAWOEH DI BLOGKE WONG NDESO YANG INGIN BERBAGI TENTANG AGRICULTURE

Selasa, 08 November 2011

CARA BUDIDAYA KOL / KOBIS


             BUDIDAYA KOL / KOBIS ( Brassica oleracia ).
1. CULTIVAR / VARIETAS.
Globe master, Emerald Cross Hybrid, Copenhagen, Green cup, Ecarliana, Green point,Savoy king Hybrid dan masih banyak varietas lainya.
2. SYARAT TUMBUH.
      Iklim
      Pengaruh angin dirasakan pada evaporasi lahan dan evapotranspirasi tanaman.
      Laju angin yang tinggi dalam waktu lama (kontinyu) mengakibatkan
      keseimbangan kandungan air antara tanah dan udara terganggu, tanah kering dan
      keras, penguraian bahan-bahan organik terhambat, unsur hara berkurang dan
      menimbulkan racun akibat tidak ada oksidasi gas-gas beracun di dalam tanah.
      Disebutkan jumlah curah hujan 80% dari jumlah normal (30 cm) memberikan
      hasil rata-rata 12% dibawah rata-rata normal
      Stadia pembibitan memerlukan intensitas cahaya lemah sehingga memerlukan
      naungan untuk mencegah cahaya matahari langsung yang membahayakan
      pertumbuhan bibit. Sedangkan pada stadia pertumbuhan diperlukan intensitas
      cahaya yang kuat, sehingga tidak membutuhkan naungan.
     Tanaman kubis dapat hidup pada suhu udara 10-24 derajat C dengan suhu
     optimum 17 derajat C. Untuk waktu singkat, kebanyakan varietas kubis tahan
      dingin (minus 6-10 derajatC), tetapi untuk waktu lama, kubis akan rusak kecuali
      kubis berdaun kecil (<3> 9).
      Kandungan air tanah yang baik adalah pada kandungan air tersedia, yaitu pF
      antara 2,5-4. Dengan demikian lahan tanaman kol memerlukan pengairan yang
      cukup baik (irigasi maupun drainase).
      Ketinggian Tempat
      Tanaman kubis dapat tumbuh optimal pada ketinggian 200-2000 m dpl. Untuk
      varietas dataran tinggi, dapat tumbuh baik pada ketinggian 1000-2000 m dpl.
3.  PERSEMAIAN.
     Pembibitan
     Persyaratan Benih
     Benih yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:
     a) Benih utuh, artinya tidak luka atau tidak cacat.
     b) Benih harus bebas hama dan penyakit.
     c) Benih harus murni, artinya tidak tercampur dengan biji-biji atau benih lain serta  
         bersih dari kotoran.
     d) Benih diambil dari jenis yang unggul atau stek yang sehat.
     e) Mempunyai daya kecambah 80%.
      f) Benih yang baik akan tenggelam bila direndam dalam air.
   . Penyiapan Benih
     Penyiapan benih dimaksudkan untuk mempercepat perkecambahan benih dan
     meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Cara-cara
     penyiapan adalah sebagai berikut:
     -. Sterilisasi benih, dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis
         yang dianjurkan atau dengan merendam benih dalam air panas 55 derajat C
         selama 15-30 menit.
     -. Penyeleksian benih, dengan merendam biji dalam air, dimana benih yang baik
         akan tenggelam.
     -. Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih
         cepat berkecambah
    Kebutuhan benih per hektar tergantung varietas dan jarak tanam, umumnya
    dibutuhkan 300 gram/ha          
    Benih harus disemai dan dibumbun sebelum dipindahtanam ke lapangan.
    Penyemaian dapat dilakukan di bedengan atau langsung di bumbung (koker).
    Bumbung dapat dibuat dari daun pisang, kertas makanan berplastik atau polybag
    kecil
   Teknik Penyemaian Benih
    Hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi persemaian antara lain: (1)
    tanah tidak mengandung hama dan penyakit atau faktor-faktor lain yang
    merugikan; (2) lokasi mendapat penyinaran cahaya matahari cukup; dan (3) dekat
    dengan sumber air bersih.
    Penyemaian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
    -. Penyemaian di bedengan
        Sebelum bedengan dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat bedengan
        selebar 110-120 cm memanjang dari arah utara ke selatan. Tambahkan ayakan
        pupuk kandang halus dan campurkan dengan tanah dengan perbandingan 1:2
        atau 1:1. Bedengan dinaungi dengan naungan plastik, jerami atau daun-daunan
        setinggi 1,25-1,50 m di sisi timur dan 0,8-1,0 m di sisi Barat. Penyemaian dapat
       dilakukan dengan dua cara, yaitu disebar merata di atas bedengan atau disebar di
       dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.Selanjutnya tutup dengan tanah tipis dan siram
        dengan air.
    -. Penyemaian di polybag
        Dengan cara ini, satu per satu benih dimasukkan ke dalam  polybag kecil yang
        berukuran 7-8 cm x 10 cm. Media penyemaian adalah campuran tanah halus
        dengan pupuk kandang dengan perbandigan 2:1 atau 1 : 1.
              Masukan benih  satu – satu ke dalam polibag plastic yang sudah di isi   media
              tanam sedalam 0,2 – 1,0 cm. tutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang matang.
              Siram air pakai gembor penyiraman , dan terakhir tutup pakai daun pisang untuk
              menjaga kelembaban.Setelah tumbuh ke   cambah buang penutup daun pisang.
              Siram pagi dan sore. Lihat kondisi tanah.
        Pemeliharaan Pembibitan / Penyemaian
  Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari tergantung cuaca.
  Pengatur naungan persemaian dibuka setiap pagi hingga pukul 10.00 dan sore mulai
  pukul 15.00. Diluar waktu diatas, cahaya matahari terlalu panas dan kurang
  menguntungkan bagi bibit.
  Penyiangan dilakukan terhadap tanaman lain yang dianggap mengganggu
  pertumbuhan bibit, dilakukan dengan mencabuti rumput-rumput/gulma lainnya yang
  tumbuh disela-sela tanaman pokok.
  Dilakukan pemupukan larutan urea dengan konsentrasi 0,5 gram/liter dan
  penyemprotan pestisida ½ dosis jika diperlukan.
  Hama yang menyerang biji yang belum tumbuh dan tanaman muda adalah semut,
  siput, bekicot, ulat tritip, ulat pucuk, molusca dan cendawan. Sedangkan, penyakit
  adalah penyakit layu. Pencegahan dan pemberantasan digunakan Insektisida dan
  fungisida.
3. PENGOLAHAN LAHAN / TANAH.
   Lahan sebaiknya bukan lahan bekas ditanami tanaman famili Cruciferae lainnya.
   Dilakukan pengukuran pH dan analisa tanah tentang kandungan bahan organiknya
   untuk mengetahui kecocokan lahan ditanami kol/kubis.

Tanah digemburkan dan dibalik dengan dicangkul atau dibajak sedalam 40-50 cm, dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan diberi pupuk dasar. Setelah itu, dibiarkan terkena sinar matahari selama 1-2 minggu untuk memberi kesempatan oksidasi gas-gas beracun dan membunuh sumber-sumber patogen.
      Lalu  di buat bedengan / guludan selebar 80 – 100 cm, tinggi 35 cm dengan jarak antar
       bedengan / guludan 40 -50 cm.
       Pengapuran hanya di lakukan jika PH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dosis kapur
      yang sesuai  nilai PH tanah , tetapi umumnya  berkisar antara 1 -2 ton / ha dalam bentuk
      kalsit atau dolomit. Kapur di campurkan merata pada saat pembuatan bedengan./
      guludan. Untuk pemupukan dasar campurkan 13 -18 ton / ha pupuk kandang, atau pakai
      campuran pupuk makro UREA 87 kg,+ ZA 187 kg + TSP 311 kg + KCL 90 kg/ha
     (.Rekomondasi untuk tanaman Brokoli pada tanah Mineral dengan tingkat kandungan P
      dan K sedang ).

4. PENANAMAN.
 Pemindahan dilakukan bila bibit telah mempunyai perakaran yang kuat. Bibit dari
 benih/biji siap ditanam setelah berumur 6 minggu atau telah berdaun 5-6 helai,
 sedangkan bibit dari stek dapat dipindahkan setelah berumur 28 hari.
 Pemindahan bibit dilakukan dengan cara sebagai berikut:
-. Sistem cabut, bibit dicabut dengan hati-hati agar tidak merusak akar. Bila disemai pada polybag, pengambilan bibit dilakukan dengan cara membalikkan polybag dengan batang bibit dijepit antara telunjuk dan jari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk perlahan hingga bibit keluar.  
-. Sistem putaran, caranya tanah disiram dan bibit dengan diambil beserta tanahnya 2,5-3 cm dari batang dengan kedalaman 5 cm.
Penentuan Pola Tanam                                                                                        Penentuan pola tanam tanaman sangat bergantung kesuburan tanah dan varietas tanaman dengan jarak tanam 50 x 50 cm. Pola penanaman ada dua yaitu larikan dan teratur seperti pola bujur sangkar; pola segi tiga sama sisi; pola segi empat dan pola barisan (barisan tunggal dan barisan ganda). Pola segi tiga sama sisi dan bujur sangkar tergolong baik karena didapatkan jumlah tanaman lebih banyak.
Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam sedalam cangkul atau dengan ukuran garis tengan 20-25 cm sedalam 10-15 cm.
 Cara Penanaman
-. Waktu tanam yang baik yaitu pada pagi hari antara pukul 06.00-10.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00, karena pengaruh sinar matahari dan temperatur tidak terlalu tinggi.
-. Pilih bibit yang segar dan sehat (tidak terserang penyakit ataupun hama).
-. Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang atau, ditanam bersama dengan bumbungnya, bila disemai pada polybag plastik maka dikeluarkan terlebih dahulu dengan cara membalikkan polybag dengan batang bibit dijepit antara telunjuk dan jari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk secara perlahan hingga bibit keluar dari polybag.
-. Bila disemai dalam bedengan diambil dengan solet (sistem putaran), caranya menggambil bibit beserta tanahnya sekitar 2,5-3 cm dari batang sedalam 5 cm.
-. Bibit segera ditanam pada lubang dengan memberi tanah halus sedikit-demi sedikit dan tekan tanah perlahan agar benih berdiri tegak.
-. Siram bibit dengan air sampai basah benar.
5. PEMELIHARAAN.
Penyulaman .
Di lakukan 3-7 hari setelah tanam , dengan mengganti tanaman yang mati atau
tanaman yang tidak sehat pertumbuhanya, dengan bibit baru yang baik dan sehat.
Setelah selesai penyulaman siram dengan air tanaman yang baru di ganti.
   Penyiangan
   Penyiangan dilakukan bersama dengan penggemburan tanah sebelum pemupukan
atau bila terdapat tumbuhan lain yang mengganggu pertumbuhan tanaman.
Penyiangan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam karena dapat
merusak sistem perakaran tanaman, bahkan pada akhir penanaman sebaiknya tidak
dilakukan.
   Pembubunan
   Pembumbunan dilakukan bersama penyiangan dengan mengangkat tanah yang ada
pada saluran antar bedengan ke arah bedengan berfungsi untuk menjaga kedalaman
         parit dan ketinggian bedeng dan meningkatkan kegemburan tanah.
   Perempelan
   Perempelan cabang/tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin untuk menjaga
   tanaman induk agar pertumbuhan sesuai harapan, sehingga zat makanan
   terkonsentrasi pada pembentukan bunga seoptimal mungkin.
   Pemupukan susulan / tambahan.
   Pemupukan susulan I dilakukan dengan Urea 1gram per tanaman melingkari
   tanaman dengan jarak 3 cm disaat tanaman kelihatan hidup untuk mendorong
   pertumbuhan. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 10-14 hari dengan dosis 3-5
   gram, dengan jarak 7-8 cm. Pemupukan ketiga dilakukan pada umur 3-4 minggu
   dengan dosis 5 gram pada jarak 7-8 cm. Bila pertumbuhan belum optimal dapat
   dilakukan pemupukan lagi pada umur 8 minggu.
   Pengairan dan Penyiraman
  Waktu pemberian air sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada musim
   kemarau, pengairan perlu dilakukan 1-2 hari sekali, terutama pada fase awal
   pertumbuhan dan pembentukan bunga.atau lihat kondisi tanah.
6. HAMA DAN PENYAKIT.
  Hama
1. Ulat Plutella (Plutella xylostella L.)
    Dikenal dengan nama ulat tritip, Diamond-black moth, hileud keremeng, ama bodas, ama karancang (Sunda), omo kapes, kupu klawu (Jawa). Ciri: (1) siklus hidup 2-3 minggu tergantung temperatur udara; (2) ngengat betina panjang 1,25 cm berwarna kelabu, mempunyai tiga buah titik kuning pada sayap depan, meletakkan telur dibagian bawah permukaan daun sebanyak 50 butir dalam waktu 24 jam; (3) telurnya berbentuk oval, ukuran 0,6-0,3 mm, berwarna hijau kekuningan, berkilau, lembek dan menetas ± 3 hari; (4) larva Plutella berwarna hijau, panjang 8 mm, lebar 1 mm, mengalami 4 instar yang berlangsung selama 12 hari, ngengat kecil berwarna coklat keabu-abuan; (5) ngengat aktif dimalam hari, sedangkan siang hari bersembunyi dibawah dibawah sisa-sisa tanaman, atau hinggap dibawah permukaan daun bawah. Gejala: (1) biasanya menyerang pada musim kemarau; (2) daun berlubang-lubang terdapat bercak-bercak putih seperti jendela yang menerawang dan tinggal urat-urat daunnya saja; (3) umumnya menyerang tanaman muda, tetapi kadang-kadang merusak tanaman yang sedang membentuk bunga. Pengendalian: (1) mekanis: mengumpulkan ulat-ulat dan telurnya, kemudian dihancurkan. (2) Kultur teknik:
pergiliran tanaman (rotasi) dengan tanaman yang bukan famili Cruciferae; pola tumpang sari brocolli dengan tomat, bawang daun, dan jagung; dengan tanaman perangkap (trap crop) seperti Rape/Brassica campestris ssp. Oleifera Metg. (3) Hayati/biologi: menggunakan musuh alami, yaitu parasitoid (Cotesia plutella Kurdj, Diadegma semiclausum, Diadegma eucerophaga) ataupun predatornya. (4) Sex pheromone : adalah "Ugratas Ungu" dari Taiwan. Bentuk sex pheromone ini seperti benang nilon berwarna ungu sepanjang ± 8 cm. Cara penggunaan : Ugratas ungu dimasukkan botol bekas agua, kemudian dipasang dilahan perkebunan pada posisi lebih tinggi dari tanaman. Daya tahan ugratas terpasang ±3 minggu, dan tiap hektar kebun memerlukan 5-10 buah perangkap.(5) Kimiawi: menyemprotkan insektisida selektif berbahan aktif Baccilus thuringiensis seperti Dipel WP, Bactospeine WP, Florbac FC atau Thuricide HP pada konsentrasi 0,1-0,2%, Agrimec 18 FC, pada konsentrasi 1-2 cc/liter.
2. Ulat croci (Crocidolomia binotalis Zeller)
    Ulat croci disebut hileud bocok (sunda). Ciri: (1) siklus hidup 22-32 hari, tergantung suhu udara; (2) ulat berwarna hijau, pada punggung terdapat garis hijau muda dan perut kuning, panjang ulat 18 mm, berkepompong di dalam tanah dan telur diletakkan dibawah daun secara berkelompok berbentuk pipih menyerupai genteng rumah; (3) menyerang tanaman yang sedang membentuk bunga. Pengendalian: sama dengan ulat Prutella, parasitoid yang paling cocok adalah Inareolata sp.
3. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn)
    Ulat tanah disebut ulat taneuh, hileud orok (Sunda) atau uler lettung (Jawa).
Ciri: (1) siklus hidup 6-8 minggu; (2) kupu-kupu ataupun ulatnya aktif pada senja dan malam hari, pada siang hari bersembunyi di bawah daun (kupu-kupu) dan permukaan tanah (ulat). Gejala: memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman, sehingga tanaman muda rebah dan pada siang hari tampak layu. Pengendalian: (1) mekanis: mencabut ulat-ulat tanah dan membunuhnya; (2) kultur teknis: pembersihan kebun dari rerumputan atau sisa-sisa tanaman yang dijadikan tempat bertelur hama tanah; (3) kimiawi: dengan umpan beracun dan semprotan insektisida.Campuran dari 125-250 gram Dipertex 95 SL, 10 kg dedak, 0,5-1,0 kg gula merah dan 10 liter air untuk tanaman seluas 0,25-0,5 hektar. Umpan tersebut disebarkan disekeliling tanaman pada senja dan malam hari. dapat juga disemprotkan insektisida Dursban 20 EC 1 cc/liter air. Waktu penyemprotan sehabis tanam dan dapat diulang 1-2 kali seminggu.
4. Kutu daun (Aphis brassicae)
Hidup berkelompok dibawah daun atau massa bunga (curd), berwarna hijau diliputi semacam tepung berlilin. Gejala: menyerang tanaman dengan menghisap cairan selnya, sehingga menyebabkan daun menguning dan massa bunga berbintik-bintik tampak kotor. Menyerang hebat dimusim kemarau. Pengendalian: menyemprotkan insektisida ORTHENE 75 SP atau Hostathion 40 EC 1-2 cc/liter air.
5. Ulat daun
    Misalnya ulat jengkal (Trichoplusiana sp., Chrysodeixis chalcites Esp., Chrysodeixis orichalcea L.) dan ulat grayuk (Spodoptera sp. S. litura), Ciri: (1) Ulat-ulat jengkal (Trichoplusiana sp.): Cara berjalannya aneh dan melipat dua bila merangkak. Panjang 4 cm, berwarna hijau pucat dan berpita warna muda pada tiap sisi badan. Kupu-kupu ulat jengkal berwarna coklat keabu-abuan dan berbintik-bintik berwarna perak pada setiap sayap depannya, telur berwarna putih kehijau-hijauan diletakkan di bawah daun dan menetas dalam 3-20 hari. (2) Chrysodzeixis chalcites Esp. dan Chrysodeixis orichalcea L.: Berwarna gelap dan terdapat bintik-bintik keemasan berbentuk "Y" pada sayap depan. Telur berukuran kecil berwarna keputih-putihan, diletakkan secara tunggal ataupun berkelompok. Larva berwarna hijau bergaris-garis putih di sisinya dan jalannya menjengkal. (3) Ulat-ulat grayak (S. litura): Ciri khas memiliki bintik-bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris kekuning-kuningan pada sisinya dengan siklus hidup 30-61 hari. Kupu-kupunya berwarna agak gelap dengan garis agak putih pada sayap depan. Telurnya berjumlah 25-500 butir diletakkan secara berkelompok di atas tanaman dan ditutup dengan bulu-bulu. Gejala: daun rusak, berlubang-lubang atau kadang kala tinggal urat-urat daunnya saja. Pengendalian: (1) mengatur pola tanam; (2) menjaga kebersihan kebun; (3) penyemprotan insektisida seperti Orthene 75 SP 1 cc/liter air, Hostathion 1-2 cc/liter air, Curacron 500 EC atau Decis 2,5 EC; (4) khusus untuk ulat grayak dapat digunakan sex pheromena (Ugratas Merah); (5) bila terjadi serangan Spodoptera exiqua dapat digunakan Ugratas Biru.
6. Bangsa siput
    Bangsa siput yang biasa menyerang antara lain: (1) Achtina fulica Fer., yaitu siput yang mempunyai cangkang atau rumah, dikenal dengan bekicot; (2) Vaginula bleekeri Keferst, yaitu siput yang tidak bercangkang, warna keabu-abuan; (3) Parmarion pupilaris Humb, yaitu siput yang tidak bercangkang berwarna coklat kekuningan. Gejala: menyerang daun terutama saat baru ditanam dikebun. Pengendalian: dengan menyemprotkan racun Helisida atau dengan dikumpulkan lalu dihancurkan dengan garam atau untuk makanan ternak.
7. Cengkerik dan gangsir (Gryllus mitratus dan Brachytrypes portentosus).
    Gejala: menyerang daun muda (memotong) pada malam hari; terdapat banyak lubang di dalam tanah. Pengendalian: dengan insektisida atau menangkap dengan menyirami lubang dengan air agar hama keluar.
8. Orong-orong.
    Hidup dalam tanah terutama yang lembab dan basah. Bagian yang diserang adalah sistem perakaran tanaman. Gejala: pertumbuhan terhambat dan daun menguning. Pengendalian: pemberian insektisida ke liang
PENYAKIT.
1. Busuk hitam (Xanthomonas campestris Dows.)
    Penyebab: bakteri, dan merupakan patogen tular benih (seed borne), dan dapat dengan mudah menular ketanah atau ke tanaman sehat lainnya. Gejala: (1) tanaman semai rebah (damping off), karena infeksi awal terjadi pada kotiledon, kemudian menjalar keseluruh tanaman secara sistematik; (2) bercak coklat kehitam-hitaman pada daun, batang, tangkai, bunga maupun massa bunga yang diserang; (3) gejala khas daun kuning kecoklat-coklatan berbentuk huruf "V", lalu mengering. Batang atau massa bunga yang terserang menjadi busuk berwarna hitam atau coklat, sehingga kurang layak dipanen. Pengendalian: (1) memberikan perlakuan pada benih seperti telah dijelaskan pada poin pembibitan sub poin penyiapan benih; (2) pembersihan kebun dari tanaman inang alternatif; (3) rotasi tanaman selama ± 3 tahun dengan tanaman tidak sefamili.
2. Busuk lunak (Erwinia carotovora Holland.)
    Penyebab: bakteri yang mengakibatkan busuk lunak pada tanaman sewaktu masih di kebun hingga pasca panen dan dalam penyimpanan. Gejala: (1) luka pada pangkal bunga yang hampir siap panen; (2) luka akar tanaman scara mekanis, serangga atau organisme lain; (3) luka saat panen; (4) penanganan atau pengepakan yang kurang baik. Pengendalian: (1) Pra panen: membersihkan sisa-sisa tanaman pada lahan yang akan ditanami; menghindari kerusakan tanaman oleh serangga pengerek atau sewaktu pemeliharaan tanaman; menghindari bertanam kubis-kubisan pada musim hujan di daerah basis penyakit busuk lunak. (2) Pasca panen: menghindari luka mekanis atau gigitan serangga menjelang panen; menyimpan hasil panen dalam keadaan kering, atau kalau dicuci dengan air bersih, harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan; berhati-hati dalam membawa atau mengangkut hasil panen ketempat penyimpanan untuk mencegah luka atau memar; menyimpan hasil ditempat sejuk dan mempunyai sirkulasi udara baik.
3. Akar bengkak atau akar pekuk (Plasmodiophora brassicae Wor.)
    Penyebab: cendawan Plasmodiophora brassicae. Gejala: (1) pada siang hari atau cuaca panas, tanaman tampak, tetapi pada malam atau pagi hari daun tampak segar kembali; (2) pertumbuhan terlambat, tanaman kerdil dan tidak mampu membentuk bunga bahkan dapat mati; (3) akar bengkak dan terjadi bercak-bercak hitam. Pengendalian: (1) memberi perlakuan pada benih seperti poin penyiapan benih; (2) menyemai benih di tempat yang bebas wabah penyakit; (3) melakukan sterilisasi media semai ataupun tanah kebun dengan Besamid-G 40-60 gram/m2 untuk arel pembibitan atau 60 gram/m2untuk kebun; (4) melakukan pengapuran untuk menaikkan pH; (5) mencabut tanaman yang terserang penyakit; (6) pergiliran atau rotasi tanaman dengan jenis yang tidak sefamili
4. Bercak hitam (Alternaria sp.)
    Penyebab: cendawan Alternaria brassica dan Alternaria brassicicola. Gejala: (1) bercak-bercak berwarna coklat muda atau tua bergaris konsentris pada daun; (2) menyerang akar, pangkal batang, batang maupun bagian lain. Pengendalian: (1) menanam benih yang sehat; (2) perlakuan benih seperti pada poin penyiapan benih.
5. Busuk lunak berair
    Penyebab: cendawan Sclerotinia scelerotiorumI, menyerang batang dan daun terutama pada luka-luka tanaman akibat kerusakan mekanis dan dapat menyebar melalui biji dan spora. Gejala: (1) pertumbuhan terhambat, membusuk lalu mati; (2) bila menyerang batang, maka daun akan menguning, layu dan rontok; (3) bila menyerang daun, maka daun akan membusuk dan berlendir; (4) gejala lain terdapat rumbai-rumbai cendawan yang berwarna putih dan lama-kelamaan menjadi hitam. Pengendalian: (1) gunakan biji sehat dan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sejenis. (2) pemberantasan dengan insektisida.
6. Semai roboh (dumping off)
    Penyebab: cendawan Rhizitonia sp. dan Phytium sp. Gejala: (1) bercak-bercak kebasahan pada pangkal batang atau hipokotil; (2) pangkal batang busuk sehingga menyebabkan batang rebah dan mudah putus; (3) menyerang tanaman di semaian, tetapi dapat pula menyerang tanaman di lahan. Pengendalian: perlakuan benih sebelum ditanam, sterilisasi media semaian dan rotasi tanaman dengan jenis selain kubis-kubisan.
7. Penyakit Fisiologis
    Penyebab: Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) disebut penyakit fisiologis. Kekurangan Nitrogen: bunga kecil-kecil seperti kancing atau disebut "Botoning". Kelebihan Nitrogen warna bunga kelabu dan berukuran kecil. Kekurangan Kalium massa bunga tidak kompak (kurang padat) dan ukurannya mengecil. Kelebihan Kalium tumbuh kerdil dan bunganya kecil. Pengendalian: dengan pemupukan yang berimbang.
      Pencegahan dan pengedalian hama.
      Pengendalian hama atau penyakit bila perlu saja, yaitu bila terlihat gejala ada
      serangan atau penyakit. Untuk tindakan preventif lakukan penyemprotan 1 -2 kali
      seminggu setelah tanam, dengan pestisisida , insektisida ,atau fungisida secara
       bergantian dengan dosis sesuai anjuran diatas.

   7.PEMANENAN.
      Umur masak petik atau panen tanaman kubis tergantung pada varietasnya, berumur
      pendek (genjah) dan berumur panjang (dalam).Sekitar 60 -90 hari.
     Ciri-ciri kemasakan kubis adalah sebagai berikut:
      a) Krop kubis mengeras dengan cara menekan krop kubis.
      b) Daun berwarna hijau mengkilap.
      c) Daun paling luar sudah layu.
      d) Besar krop kubis telah terlihat maksimal.
    Pemetikan yang kurang baik akan menimbulkan kerusakan mekanis yang
    menyebabkan krop kubis terinfeksi patogen sehingga mudah pembusukan. Langkah-
    langkah dalam memetik kubis:
     a) Pilih kubis yang telah tua dan siap dipetik.
     b) Petik kubis dengan menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Pemotongan
         dilakukan pada bagianpangkal batang kubis.
      c) Urutan pemetikan adalah dimulai dengan kubis yang sehat baru kemudian
         dilakukan pemetika pada kubis yang telah terkena infeksi pathogen
    Setelah dipetik, kubis dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar
    matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan kubis yang tinggi
    kwalitas dan kwantitasnya. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan
    ditumpuk dan dilempar-lempar.

Minggu, 06 November 2011

CARA BUDIDAYA TERONG


                     BUDIDAYA TERONG (Solanum melongena ).

  1.  CULTIVAR / VARIETAS.
Pandega hijau, Bungo f1, Hijo, Pondoh , Sriti, Mustang dan masih banyak varietas lainya.
  1.  SYARAT TUMBUH.
         - Dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran
            tinggi sekitar 1200 m dpl.
         - Suhu udara berkisar antara 22 - 30o C
         - Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung
           berpasir, subur, kaya bahan organik,  
            aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8
            7,3
         - Sinar matahari harus cukup
         - Cocok ditanam musim kemarau.
                                                                                         
  1. PEMBIBITAN / PERSEMAIAN.
Benih terong sebaiknya di semaikan dahulu sebelum di tanam pada lahan penanaman. Untuk lahan 1 hektar di perlukan sekitar 500g benih., dengan daya kecambah 85 %.
         Penyemaian benih.
            Benih  terong di rendam dengan air sekitar 18 jam, lalu tiriskan dan bungkus rapat
           dengan kertas atau tissue, untuk menjaga kelembaban , pembukus setengah basah.
           2 – 3 hari buka pembukus, dan kalau sudah mulai pecah / berkecambah pindahkan
           benih terong  ke media semai satu persatu dengan hati – hati.
          Media semai campuran tanah dan pupuk kandang matang dengan perbandigan 1 : 1
           atau  2 : 1.masukan ke polibag plastic.Setelah benih terong di tanam 0,5 – 1 cm
           .lalu  siram air dengan gembor penyiraman,dan tutup dengan daun pisang untuk
            menjaga kelembaban , lihat  kalau sudah benih mulai tumbuh buka daun penutup 
            dan siram  pagi dan sore.Untuk mencegah gangguan cendawan , semprot  
            persemaian  dengan fungisida  Starmyl 25WP dan Victory 80WP. Atau dengan
            fungisida lainya
            Untuk mencegah gangguan hama, persemaian di semprot dengan insektisida
            Winder 100ec dengan konsentrasi 0,5 cc/ liter.
  1. PENGOLAHAN LAHAN / TANAH.
      - Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun
            - Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur
            - Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan
               permukaan bedengan
            - Jika pH tanah rendah, tambahkan kapur / Dolomit.
            - Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha,di atas bedengan dan campurkan / aduk
               merata dengan tanah
            - Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per
              ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per
              lubang tanam
            - Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari
            - Biarkan selama seminggu sebelum tanam
            - Buat lubang tanam dengan jarak 60x70 cm / 70x70 cm.
        5. PENANAMAN.
            Jika bibit sudah berumur 4 -6 Minggu setelah tanam atau sudah mempunyai 3 -4
            helai daun, bibit terong bisa di pindah tanam di lahan penanaman yang telah di
            siapkan.
            - Waktu tanam yang baik di sore hari antara jam 15 – 18.
            - Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
            - Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
            - Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)
        6. PEMELIHARAAN.

            Penyulaman
        
   - Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama
              Penyakit dengan tanaman baru yang sehat , setelah selesai penyulaman siram
              dengan air supaya cepat tumbuh.
           - Penyulaman di lakukan 1- 2 Minggu setealah tanam / maksimal umur 15 hari

           Pemasangan ajir / lanjaran
           - Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran ,1
              Minggu setelah tanam.
           - Ajir / lanjaran terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
           - Tancapkan secara individu dekat batang sekitar 10 -15 cm.
           - Ikat batang atau cabang terong pada ajir / lanjaran dengan tali agar tidak roboh,
              jika berbuah.

           Penyiangan
          - Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
          - Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam atau lihat
             pertumbuhan gulma / rumput yang mengganggu tanaman.
          Pemupukan susulan / tambahan.
          Dilakukan  dengan campuran pupuk makro :
-         2 Minggu setelah tanam Urea 300kg + TSP 200kg + KCL 100kg / ha.
-         4 Minggu setelah tanam Urea 100kg + TSP 200KG + KCL 200kg / ha.
-         6 Minggu setelah tanam  Urea 100kg + KCL 100kg / ha.
Atau dengan pupuk majemuk NPK dengan dosis dan aplikasi yang sama.
Dengan cara di tunggal / gejik sekitar 20cm dari pohon, lalu tutup dengan tanah , untuk mengurangi penguapan .Setelah selesai pemupukan lakukan pengairan agar pupuk cepat diserap oleh tanaman .
Pengairan .
   Di lakukan 1-2 kali seminggu setelah tanam, lihat kondisi tanah . yang perlu di perhatikan  adalah agar tanaman tidak kekurangan dan kelebihan air.
   7. HAMA DAN PENYAKIT.
       HAMA APHIS (KUTU DAUN) Serangan hama ini ditandai dengan mengerutnya 
      daun karena mengering. Daunnya berwarna kuning. Pemberantasannya 
      umumnya dilakukan dengan Basudin 40 WP dan Bayrusi125 EC.
      Tungau (Tetranychus)
      Serangan hama ini ditandai dengan pertumbuhan tanaman terung
      menjadi abnormal. Daun pucuk atau tunas yang terserang berubah menjadi
      keriput dan berwarna kuning. Hama ini menyerang daun dan cabang muda
      dengan cara mengisap cairan dalam jaringan tanaman. Pengendalian serangan
      dilakukan dengan menggunakan larutan Kalthene 0,2 %, Dimetoate (Rogor,
      Roxixon) 0,1 % atau larutan Sumithion 1:1.000 (18 cc dalam 15 liter air).
      PENYAKIT KARAT DAUN
      Serangan penyakit ini ditandai dengan adanya  bercak-bercak kuning (blight)
      dan kanker pada daun maupun -tanaman. Penyebabnya adalah Phomopsis
      vexans (Sacc & Syd) Harter atau Diaphote vexans Gratz. Penyakit ini sulit
      diberantas. Untuk itu, sebaiknya pada awal penanaman digunakan Dithane M-45
      berkonsentrasi 0,2-0,3 %.
      BUSUK AKAR 
     Serangan penyakit ini ditandai dengan warna daun menjadi lebih hijau, lalu
     menjadi kuning, dan akhirnya mati. Penyebabnya adalah cendawan Yerticilium
     alboatrum yang menyerang akar dan pembuluh pada jaringan tanaman.
     Pencegahan serangan selanjutnya dengan menggunakan Dithane M-45 (0,2-0,3
     %). Sebenarnya penyakit ini dapat dikendalikan dengan perlakuan tanah, antara
   lain fumigasi, drainase yang baik, dan rotasi tanaman.

       Pengendalian hama dan penyakit di lakukan bila perlu saja , yaitu bila terlihat ada 
      Gejala serangan hama atau penyakit , Untuk tindakan preventif dalam pencegahan  
      Hama lakukan penyemprotan  seminggu 2 -3 kali , insektisida + fungisida , dengan 
      Dosis sesuai anjuran, lihat label obat.
8. PEMANENAN.
    - Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
    - Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
    - Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
     - Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
    - Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih  
      buah yang sudah siap dipetik.
   

Jumat, 04 November 2011

CARA BUDIDAYA SEMANGKA


                BUDIDAYA SEMANGKA NON BIJI ( Citrullus vulgaris . scard).
1.CULTIVAR / VARIETAS.
    Dragon, Round Dragon, Super New Dragon, Super King, 144, Diana
    Bangkok ,dan masih banyak varietas lainya.
2.SYARAT TUMBUH.
           Ketinggian Tempat Tanam
           Ketinggian 100-400 meter di atas permukaan laut (dpl) cocok untuk menanam   tanaman semangka. Namun, saat ini sudah ada beberapa varietas semangka yang cocok ditanam di dataran tinggi hingga 900 meter dpl.
Keadaan Tanah
Semangka sebaiknya ditanam di lahan bertekstur remah atau gembur, subur dan banyak mengandung unsur hara. Semangka membutuhkan tanah dengan keasaman (pH) berkisar 5-7. Penetralan tanah dilakukan dengan pengapuran.        
          Sinar Matahari
          Tanaman semangka membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhannya. Lahan penanaman sebaiknya tidak tertutupi naungan atau tanaman lain yang dapat menghalangi pancaran sinar matahari
           Suhu
Suhu ideal untuk pertumbuhan semangka, baik pertumbuhan vegetatif maupun generatif adalah 24-30oC. Perbedaan suhu ekstrim antara siang dan malam dapat mengganggu pertumbuhan semangka        
          Curah Hujan
          Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan semangka berkisar antara 40-50 mm per bulan. Curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan serangan berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh bakteri maupun cendawan.
3. PENGOLAHAN LAHAN.
     Pengolahan tanah dikerjakan 10-14 hari awal dari pada pembibitan karena
     diharapkan pada saat bedengan telah siap ditanami,bibit pun telah siap pindah
     tanam.
Pembentukan bedengan penanaman disesuaikan dengan model penanaman,yaitu bentuk penanaman searah (tunggal) atau bentuk penanaman berhadap-hadapan (ganda).
Cara Penanaman tunggal.
Bentuk penanaman tunggal artinya penanaman satu baris tanaman pada bedengan penanaman menuju kearah satu arah.bentuk ukuranya sebagai berikut : panjang bedengan maksimal 12-15 cm, tinggi bedengan 30-50 cm, lebar bedengan 85-100 cm,percabangan tanaman 2,5-2,50 m,lebar parit 50 cm,kedalaman parit 20-25 cm,jarak antarbedengan 3 – 3,5 m.
Cara Penanaman ganda.
System penanaman ganda merupakan penanaman pada dua baris bedengan yang berhadap-hadapan.percabangan antar tanaman dapat saling bertemu karena penanamanya tidak searah.Ukuran bedengan 12-15cm,tinggi bedengan 30-50 cm,lebar bedengan 85-100 cm,menjalarnya percabangan 2,15 m-2,50 m,lebar parit 50 cm, kedalaman parit 20-25 cm, jarak bedengan berhadapan 6-7 m, lebar parit tengah antar bedengan 25 cm.Setelah bedengan bedengan penanaman diplot-plot dengan tali raffia,tanah bedengan penanaman tersebut dicangkul atau ditraktor
dengan handstraktor.tanah yang diolah hanya selebar 85-100 cm atau tempat
penanaman saja,sedangkan tanah tempat menjalarnya percabangan tidak
perlu dicangkul cukup hanya dibersihkan gulmanya saja
    Pengapuran
    Apabila pH tanah rendah atau bertanah masam perlu ditambahkan kapur
    pertanian.kapur pertanian yang beedar saat ini adalah kalsit (kaptan) dan    dolomite
    (calmag).apabila tidak memiliki alat pengukur pH tanah,berdasarkan pengalaman
    kapur yang digunakan berkisar 50-100 g pertanaman atau 175-350 kg
    perhektar.pada saat bedengan kasar terbentuk,kapur ditebar tipis-tipis dahulu,
    semakin lama semakin tebal dan merata.tanah bedengan kemudian kemudian
   diaduk dengan kapur,lalu disiram air secukupnya agar kapur segera bereaksi.
   Pemupukan dasar.
System pemupukan semangka tanpa biji dengan menggunakan mulsa (PHP).ada dua penggunaan pupuk yaitu pupuk kandang dan kimia.pemberian pupuk kandang untuk semangka tanpa biji system mulsa (PHP) cukup 1,5 kg/tanaman,pada tanah liat dan miskin pupuk organic dosis pupuk kandang yang digunakan sebanyak 2-3 kg/tanaman.pupuk kandang dipilih yang benar-benar matang.pupuk kandang yang masih mentah (basah) akan terurai terlebih dahulu didalam tanah dengan mengeluarkan panas yang dapat mematikan tanaman.ciri pupuk kandang yang telah matang adalah warnanya hitam dan bila tangan kita dimasukan kedalamnya,tidak terasa hangat.cara penebaran diberikan dengan cara ditebar,untuk semangka tanpa biji pupuk kandang yang diberikan sebanyak 1,5 kg x 18 = 27 kg atau setiap satu m2 diperlukan pupuk kandang 1,8 kg.setelah penaburan pupuk kandang,pupuk kandang harus diaduk dengan cangkul agar segera bercampur dengan tanah.bedengan dirapikan kembali dan dibiarkan (diangin-anginkan) selama satu minggu agar gas-gas beracun hilang.
Setelah bedengan diberi pupuk kandang, selanjutnya diberi pupuk kandang.pupuk kimia diberikan satu minggu setelah pemberian pupuk kandang.pupuk kimia yang digunakan yaitu ZA,Urea,TSP/SP-36,KCL, Borate/fertibor/borak.pupuk kimia tersebut ditambah insektisida karbofuran (missal furadan,curaterr,petrofur) diaduk menjadi satu.dengan system mulsa PHP, pupuk kimia yang diberikan untuk semangka tanpa biji pertanaman sekitar 259,5 gr yang merupakan campuran dari 85 g ZA,50 gr Urea,30 gr TSP (SP-36),85 KCL,ditambah 2 gr pupuk mikro borate dan 7,5 g karbofuran.secara mudah,pencampuran dilakukan dengan perbandingan 2 ZA : 1 Urea :3/4 TSP (SP-36) :2 KCL. Untuk setiap 1- kg campuran pupuk tersebut,ditambahkan 80 g borate dan 300 g insektisida karbofuran.                          
         Pemulsaan pada budidaya semangka tanpa biji dengan mulsa PHP
         Manfaat mulsa PHP
         Sesuai namanya, mulsa PHP terdiri dari dua lapis warna,pada bagian atas berwarna
         perak danbagian bawah berwarna hitam.pada saat pemasangan mulsa jangan sampai
         terbalik karena bila pemasangan terbalik maka pengaruh mulsa akan
         berbeda.manfaat penggunaan mulsa PHP tersebut adalah sebagai berikut
- Merangsang perkembangan akar.
- Mempertahankan struktur suhu dan kelembaban tanah.
- Mencegah erosi tanah.
- Menekan pertumbuhan gulma.
- Mengurangi penguapan air dan pupuk.
- Meningkatkan proses fotosintesis
- Menekan perkembangan hama dan penyakit
- Meningkatkan kualitas buah.
         Pemasangan mulsa ( plastic hitam perak ).
         Setelah pupuk kimia diaduk rata bercampur dengan tanah,bedengan dirapikan dan disirami air secukupnya agar pupuk segera bereaksi.pemasangan mulsa dilakukan tepat setelah pemupukan kimia selesai.bila pemasangan mulsa dilakukan sehari setelah pemupukan,sebagian pupuk sudah menguap.
Mulsa dipasang dengan menarik kedua ujung mulsa pada kedua ujung bedengan.kaitkanterlebih dahulu salah satu ujungnya dengan bedengan dengan pasak penjepit mulsa, kemudian disusul ujung satunya.secara bersamaan,kaitkan kedua sisi mulsa dengan bedengan dengan pasak penjepit.pemasangan mulsa harus pada saat ada cahaya matahari karena pada saat itu mulsa akan mudah meregang sehingga mudah ditarik kencang.hasilnya permukaan bedengan menjadi tertutup mulsa secara kencang sehingga terkesan rapi dipandang.pemasangan mulsa pada saat cuaca mendung,pemasangan sebaiknya ditunda sampai ada sinar matahari karena apabila dipaksakan,meskipun hasil pemasangan rapi,tetapi pada saat cuaca panas mulsa terlihat mengendor.setelah mulsa PHP terpasang diamkan selama 5 hari,kemudian buat lubang tanam dengan jarak tanam 85 cm.lubang tanamdibuat melingkar dengan deameter 10 cm.cara membuatnya dengan menggunakan kaleng bekasa susu yang permukaanya bergerigi ataupun dengan menggunakan plat panas
4. PERSEMAIAN.
          Mempersiapkan Media Tanam
Pembibitan dapat dilakukan di dalam polybag ataupun plastik bening dengan
          diameter 4-5 cm. Media tanam dapat berupa campuran tanah gembur atau humus
          dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Untuk melengkapi unsur hara, NPK
          sebanyak satu sendok makan dapat ditambahkan ke dalam 20 kg campuran media
          tanam. Sebelum media dipergunakan, sebaiknya diayak dulu untuk menghilangkan
          kotoran.
    Serangan hama dan penyakit pada bibit semangka bisa dicegah dengan pemberian
    pestisida di media tanam sesuai dosis pada kemasan. Cara lain melalui sterilisasi
    media tanam dengan cara disangrai. Setelah siap, masukan media tanam ke dalam
    polybag sampai 2/3 bagian.
          Pembenihan
Biji semangka mempunyai kulit yang keras sehingga sulit berkecambah. Untuk  
merangsang pertumbuhannya, biji semangka harus "dibangunkan" dari masa
dormansinya. Caranya dengan merendam bji semangka ke dalam air hangat
bersuhu sekitar 40oC sejak pagi hingga sore hari. Setelah direndam, biji ditiriskan
dan dibungkus menggunakan kain basah selama semalam. Keesokan paginya
biasanya kulit semangka sudah retak dan biji mudah berkecambah. Perendaman
juga bagian dari sortasi, biji yang mengambang berarti biji yang jelek.
          Penanaman Benih
Sebelum benih semangka dimasukkan ke dalam polybag, terlebih dahulu dibuat
lubang tanam menggunakan kayu atau bambu bulat dengan diameter dan
kedalaman sekitar 0,5 cm. Setelah itu, benih semangka ditanam lalu ditutupi
dengan pupuk kandang halus.
          Untuk menghindari hama dan penyakit, serta untuk mempertahankan kelembaban,
          bedengan pembibitan ditutup rapat menggunakan plastik bening yang diberi rangka
          bambu berbentuk setengah lingkaran. Ukuran bedengan untuk 16.000-17.000 benih
          semangka memiliki panjang 23-24 meter, lebar 110-125 meter, dan tinggi sekitar
          75 cm.
          Pada hari ketiga biasanya lembaga biji sudah keluar, kemudian diikuti dengan
          tumbuhnya daun beserta sulur. Lahan seluas 1 ha membutuhkan benih semangka
          sebanyak 650 gram yang akan menghasilkan sekitar 9000 tanaman.
          Pemeliharaan Bibit
          Pemeliharaan dilakukan antara lain dengan penyiraman setiap kali terlihat kering.
          Setelah tumbuh dua helai daun, tudungan plastik dibuka sebelum pukul 9 pagi dan
          sesudah pukul 5 sore agar tanaman terkena sinar matahari langsung. Sejak hari ke-
          15, tudungan dilepas agar tanaman mudah beradaptasi terhadap sinar matahari.
         
5. PENANAMAN.
           Bibit siap dipindahkan apabila sudah berumur 20 hari atau sudah mengeluarkan
     empat helai daun.
           Jarak tanam
           Jarak tanam antar tanaman semangka tanpa biji dalam satu baris yang paling ideal
           yaitu 85 cm (system mulsa PHP).jarak tanaman semangka tanpa biji antar
           bedengan pada system tanam tunggal 3,0-3,5 m.jarak tanaman semangka tanpa biji
           antar bedengan pada system ganda 6-7 m.jarak tanam akan mempengaruhi
           populasi tanaman dan dapat digunakan sebagai peramalan produksi
 
6. PEMELIHARAAN.
     Pemeliharaan tanaman semangka tanpa biji dengan system hamparan meliputi
      penyulaman,pemangkasan cabang,penyerbukan buatan,penjarangan
      buah,pemberian seresah,dan alas buah,pengairan,penyiangan dan
      pendangiran,pemupukan tambahan,serta pembalikan buah,serta pengendalian hama
      penyakit.
    . Penyulaman
      Tiga hari setelah penanaman, amati tanaman dan hitung jumlah tanaman apabila
      ada yang mati segera adakan penyulaman.musnahkan tanaman yang terserang hama
      penyakit atau mati agar tidak menular ketanaman yang lainya.

    . Pemangkasan cabang
      Tanaman semangka secara alami mempunyai percabangan yang banyak.ini
      menyebabkan pertumbuhan generative dan buah akan terhambat karena tanaman
      terlalu banyak menghasilkan daun.pemengkasan cabang pada tanaman semangka
      meliputi pemangkasan cabang utama dan pemangkasan cabang sekunder.
    . Penyerbukan buatan
      Budidaya semangka tanpa biji dengan penyerbukan buatan hanya memerlukan 1/8
      tanaman semangka berbiji sebagaipolinator.dengan kata lain,bunga jantan dari
      tanaman 1 semangka berbiji mampu menyerbuki 8 tanaman semangka tanpa
      biji,mengapa?karena hal ini tidak lain karena jumlah bunga jantan pada semangka
      berbiji sangat banyak dibandingkan dengan bunga betinanya.bunga betina
      semangka tanpa biji yang akan dipelihara yaitu bunga yang terletak diatas 1 m dari
      pangkal tanaman atau mulai ruas daun ke-13 atau 14.bunga betina pertama akan
      muncul pada ruas ke 6 atau ke 7.bunga ini dibiarkan gugur tidak diserbuki,apabila
      bunga pertama yang muncul dijadikan buah,biasanya hasil buah yang terbentuk
      tidak obtimal dan bentuknya tidak sempurna.
      Bunga jantan dari semangka berbiji dikumpulkan dalam satu wadah
      khusus,misalkan
   
     ember kecil atau kaleng.siapkan pula potongan tali raffia sepanjang 12 cm untuk  
     tanda bahwa bunga betina telah diserbuki.penyerbukan dilakukan pada pagi hari
     antara 06.00-10.00 pada saat bunga betina sedang mekar.apabila penyerbukan telah
     lewat pukul 10.00 biasanya bunga betina sudah layu.
     Tempelkan bunga jantan semangka berbiji pada bunga betina semangka tanpa
     biji.tangan kiri memegang cabang yang ada bunga betinanya,sedangkan tangan
     memegang bunga jantan sebagai pollinator.usap-usapkan bunga jantan dengan
     gerakan memutar sehingga serbuk sarinya secara merata menyerbuki kepala putik
     bunga betina.lakuakan penyerbukan bunga betina pada ketiga cabang induk
     sebanyak-banyaknya (minimal 3 bunga percabang).untuk mendapatkan hasil yang
     memuaskan,1 bunga jantan pollinator hanya diserbukkan pada 1 bunga betina
     semangka tanpa biji.
  .  Penjarangan (seleksi) buah
     Setelah 3-5 hari peneyerbukan,akan diketahui keberhasilan penyerbukan
     tersebut.ciri  penyerbukan yang berhasil yaitu bunga betinanya yang pada saat
     diserbuki menghadap keatas menjadi berbalik menghadap kebawah dan bakal buah
     berkembang,sedangkan penyerbukan yang gagal bila bunga betina yang diserbuki
     gugur.bakal buah yang berbentuk bulat agak lonjong seperti telur,bentuk buah
     seperti inilah yang bakal menjadi bentuk dengan buah normal.lakukan seleksi buah
     bila buah yang berhasil diserbuki lebih dari 3 buah dalam 1 tanaman.apabila pada
     masing-masing cabang bakal buah yang jadi ada 2 maka dalam 1 tanaman terdapat 6
     bakal buah.buah-buah muda ini diseleksi dan dipilih yang memiliki pertumbuhan
     paling bagus,kemudian sisanya dihilangkan.seleksi buah seperti ini biasa dikenal
     sebagai penjarangan buah.

  . Pemberian seresah dan alas buah
    Pemberian seresah jerami pada budidaya semangka tanpa biji diberikan sebagai alas
    pada bagian bawah percabangan.pemberian alas ini bertujuan untuk menekan
    pertumbuhan gulma yang ada.semakin tebal alas jerami semakin baik,alas jerami
    juga diperlukan sebagai alas buah.buah yang tidak diberi alas bentuknya kurang
    normal dan mudah terserang penyakit.pada kondisi musim hujan jerami sebagai alas
    buah diganti dengan 2-3 potong bilah bamboo yang berukuran panjang 35 cm dan
    tebal 3 cm.hal ini dilakukan karena jerami yang basah akan meningkatkan
    kelembaban yang dapat merangsang perkembangbiakan pathogen penyakit tanaman.
  . Pengairan
   Air merupakan factor yang penting bagi tanaman hortikultura,terlebih tanaman
   semangka > 90 % air.tanaman semangka membutuhkan air yang banyak untuk
   pertumbuhan dan produksinya,tetapi tidak menyukai air yang tergenang.pada fase pembibitan,tanaman semangka memerlukan air yang cukup,kemudian kebutuhan air mulai meningkat pada fase pertumbuhan vegetative (pembentukan akar,batang,dan daun).memasuki fase generative (ditandai dengan munculnya bunga)pengairan dikurangi agar pembungaan berlangsung serempak.pengairan ditingkatkan lagi ketika tanaman memasuki fase pembesaran buah.pengairan ditingkatkan lagi ketika tanaman memasuki fase pembesaran buah,pengairan dikurangi lagi pada saat tanaman memasuki fase pemasakan buah (50-65 HST).
.  Penyiangan dan pendangiran
 Pada budidaya semangka tanpa biji dengan menggunakan mulsa PHP,penyiangan gulma hanya dilakukan dilubang tanam dan disekitar parit.penyiangan dapat dilakukan satu kali dalam 1 musim tanam.pada budidaya semangka tanpa biji dengan menggukan mulsa PHP,tidak diperlukan pendangiran karena kondisi tanah tetap gembur,hanya bila terjadi erosi yang mengakibatkan perakaran tanaman mulai tampak,perakaran perlu ditutup kembali.
 . Pupuk tambahan / susulan.
Pemupukan tambahan paa budidaya semangka tanpa biji perlu dilakukan,pupuk tambahan ini berupa pupuk daun dan pupuk kocoran (siraman).pada fase pertumbuhan vegetative (sampai umur 20 HST),tanaman semangka tanpa biji disemprot pupuk daun dengan kadar N tinggi (kemira Green 2 g/l).memasuki pertumbuhan generative,tanaman semangka tanpa biji disemprot denganpupuk daun dengan kandungan P dan K yang tinggi,dengan kemira Red 2 g/l.untuk merangsang pembesaran buah dan meningkatkan kadar gula dalam buah,pada umur 45-55 HST,tanaman diberi pupuk KNO3 yang dicairkan dengan konsentrasi 10-15 g/l.untuk satu lubang tanam disiram pupuk cair sebanyak 250 ml.                                    Pembalikan buah
Pada budidaya system hamparan,buah-buah semangka tanpa biji harus sering dibalik agar warna kulit buah merata.pembalikan buah dilakukan secara hati-hati,jangan sampai tangkai buah putus.pembalikan buah ini cukup dilakukan 2 kaliseminggu.warna kulit buah yang tidak dibalik akan belang putih kekuningan karena tidak terkena sinar matahari.
   7.  PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT.
        Hama yang biasa menyerang pada tanaman semangka tanpa biji adalah hama  pemotong bibit salah satunya adalah Gangsir (Brachytrypes portentosus licht) ciri-ciri seranganya adalah apabila bibit atau tanaman muda yang terpotong utuh.contoh lainnya adalah ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn)ciri-cirinya tanaman terpotong dan terlihat dimakan.cara pengendalian pengolahan tanah yang baik,sanitasi lahan,dan penyemprotan dengan insektisida decis 2,5 EC (deltametrin) dengan konsentrasi 0,5 ml/l.selain hama pemotong hama yang menyerang tanaman semangka adalah kutu trips (Trips palmi karny),kumbang daun (aulacophora motschulsky),ulat perusak,daun ,bunga dan buah ,lalat buah (Bactrocera cucurbitae coquilett),tungau merah (tetranychus cinnabarinus boisduval)kutu daun aphids (Aphis gossypii glover).
Penyakit yang biasa menyerang pada tanaman semangka tanpa biji diantaranya adalah layu fusarium (Fusarium oxysporum f.sp),rebah batang (pythium ultimum trow),Antraknosa,penyakit kresek,layu bakteri (Erwinia tracheiphila E.F.Sm),busuk buah phytophthora,semua penyakit tersebut bias dikendalikan dengan cara sanitasi lahan,penggunaaan varitas yang tahan terhadap penyakit,secara kimiawi dengan penggunaaan bahan-bahan kimia (fungisida/bakterisida dan lain sebagainya). Pencegahan dan pengedalian hama.
      Pengendalian hama atau penyakit bila perlu saja, yaitu bila terlihat gejala ada serangan atau penyakit. Untuk tindakan preventif lakukan penyemprotan 1 -2 kali seminggu setelah tanam, dengan pestisisida , insektisida ,atau fungisida secara bergantian dengan obat dan dosis sesuai anjuran .
8.PEMANENAN.
     Untuk dataran sedang buah semangka dapat dipanen ± 70-75 hari setelah pindah tanam.
     Hasil tiap Ha ± 25-30 ton Untuk dataran rendah buah semangka dapat dipanen ± 65-70
     hari setelah pindah  tanam
  Tanda-tanda buah sudah tua / masak sebagai berikut :
- Buah dipukul dengan tangan bunyinya berat
- Tangkai buah berubah coklat
- Kulit buah di bawah putih berubah menjadi kuning
- Saluran yang berada pada ketiak daun pada tangkai buah sudah mengering

Kamis, 03 November 2011

CARA BUDIDAYA TIMUN.


         BUDIDAYA TIMUN ( Cucumis sativus ).
1.      CULTIVAR / VARIETAS.
Tera, Mars, Patriot,Perwira, Isabel f1. dan masih banyak lagi varietasnya.
     2. SYARAT TUMBUH.
          Timun Hibrida seperti jenis lainnya dapat hidup pada lahan berketinggian sekitar
          200 – 800 m dpl. Pertumbuhan optimalnya dapat dicapai jika di tanam pada lahan  
          yang berada pada ketinggian 400 m dpl. Sedangkan tekstur tanah yang  
          dikehendaki adalah tanah berkadar liat rendah dengan pH tanah sekitar 6- 6,5.
      3. PENGOLAHAN LAHAN.
          Tanah yang telah diolah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-
          20 kg/ha. Setelah itu, dibuatkan bedengan dengan lebar 100 cm dan saluran air
          selebar 20-30 cm. Panjang bedengan tergantung keadaan musim. Jika musim hujan,
          bedengan dibuat lebih tinggi agar drainase dan aerasi baik, yaitu 30-40 cm.
          Sedangkan jika musim kemarau, bedengan hanya berukuran 20-25 cm. Syarat
          tumbuh dan budidaya timun gherkin sama seperti budidaya timun jepang. Yang
          berbeda hanya jarak tanam optimal, panen, dan ukuran buah yang dipanen.
          Penanaman timun gherkin berjarak tanam optimal 60 x 50 cm. Timun ini dapat
         dipanen sekitar 42 hari dengan ukuran buah sekitar 6-9 cm atau tergantung
          permintaan pembeli.

      4.PERSEMAIAN.
           Pemilihan bibit dan persemaian.  
           Sebelum benih ditanam, sebaiknya media persemaian
          dipersiapkan terlebih dahulu. Media persemaian itu berupa campuran tanah dan
          pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Sebagai tempat media persemaian dapat
          digunakan polybag atau kantung plastik transparan. Sebelum digunakan, media
          semai disterilkan dulu dengan Dithane/Cobox 0,2 % clan Furadan/Curater sebanyak  
          15 g/100 kg media. Meskipun benih dapat langsung ditanam, namun untuk
          mengurangi kegagalan, sebaiknya benih mendapat perlakuan sebagai berikut. 
        a. Benih direndam selama 15 menit. Benih yang mengapung sebaiknya dibuang.
        b. Benih yang tetap tenggelam direndam kembali selama 24 jam. Selanjutnya
            benih dipindahkan ke lipatan handuk basah selama 12 jam hingga tumbuh 
            kecambah / bakal akarnya kelar.
        c..Setelah bakal akarnya keluar, benih dapat langsung ditanam di tempat yang telah
            disiapkan. Pada musim hujan, persemaian harus diberi atap plastik transparan. Jika
            timun disemaikan saat musim kemarau, bedengan bisa dibuat di tempat terbuka.
            Namun, pada beberapa hari pertama, bedengan harus ditutup dengan daun-daun
            kering. Usahakan sinar matahari bisa masuk lebih kurang 35 %.
            Tanah persemaian
            disiram setiap 1-2 hari sekali. Apabila daun keping terbuka, bibit disemprot
            dengan Antracol dan Cobox (fungisida), Karphos atau Hostathion (insektisida),  
            dan Agrept (bakterisida) setiap 2 hari sekali. Dosis yang digunakan setengah dari
            dosis yang dianjurkan  
           5. PENANAMAN.
   Penanaman bibit dapat dilakukan jika bibit telah berumur 10-14 hari atau setelah
   memiliki dua daun. Penanaman ini tergantung pada ketinggian tempat. Penanaman
  dilakukan lebih cepat 2-4 hari dari setiap penurunan 200 m dpl. Bibit yang akan
  ditanam direndam dahulu dalam larutan Dithane 0,1 % dan diberi pupuk NPK butiran
   sebanyak 3-6 butir/bumbung. Pada lahan yang telah dibuat bedengan ditebarkan
   pupuk dasar Urea (ZA) 10 g/m2, TSP 55 g/m² dan KCl 10 g/m² secara merata.
   Selanjutnya
   tanah diberi Furadan atau Curater B 5 g/m² ditambah Cobox atau Dithane 0,2 %.
   Setelah itu, penanaman dapat dimulai. Jarak tanam optimal adalah 120 x 40 cm.
     6. PEMELIHARAAN
         Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati atau kurang sehat pertumbuhanya
         Dengan mengganti bibit baru yang  sehat dan baik.
         Pemberian lanjaran atau ajir di lakukan satu minggu setelah tanam untuk merambat
         kan tanaman.
         Penyiraman hanya dilakukan pada minggu pertama, tanaman disiram setiap 1-2 hari
         sekali. Selanjutnya penyiraman di lakukan seminggu 1 -2 kali . lihat kondisi tanah.
         Pemupukan susulan / tambahan.
         Di lakukan dengan memakai campuran pupuk makro yaitu :
         1 Minggu setelah tanam dengan Urea 150 kg + TSP 100 kg + KCl 100 kg / ha.
         2 Minggu setelah tanam dengan  Urea 300 kg + TSP 250 kg + KCl 100 kg / ha.
         Setelah berbunga dengan Urea 250 kg + KCL 250 kg / ha.
         Setelah panen pertama dengan Urea 100 kg + KCL 100 kg / ha. Atau bisa pakai
         Pupuk Majemuk NPK dengan dosis dan aplikasi yang sama.
         Pemberiannya dilakukan dengan cara ditugal / gejik ( jawa ) 10 -15 cm dari tanaman,
         Selanjutnya di airi biar pupuknya bisa meresap .atau bisa di kocorkan dengan air.
         Penyiangan.
         Penyiangan gulma di lakukan jika ada tumbuhan gulma yang mengganggu tanaman .
         Untuk mengatur kelembapan dan menekan pertumbuhan gulma, tanaman diberi
         mulsa berupa potongan rumput atau jerami kering.
         Tanaman yang telah bercabang, berbunga, dan berbuah perlu dipangkas. Cabang pada
         daun pertama sampai kelima atau ketujuh dibuang. Cabang-cabang yang tumbuh
         kemudian dibuang setelah 2-3 cabangnya keluar, demikian pula dengan ranting.
         Setelah ketinggiannya mencapai 150 cm, pucuk batang utama dipotong sehingga
        diharapkan pada ketinggian 180 cm pertumbuhan meninggi sudah terhenti. Tanaman
         yang pertumbuhan daunnya terlalu lebat dapat dijarangkan 
7.     HAMA DAN PENYAKIT.
         Hama dan penyakit pada timun sebenarnya tidak terlalu banyak. Pemberantasan hama
         dan penyakit segera dilakukan setelah terlihat tanda-tanda serangan. Cara  
         pemberantasannya antara lain dengan cara mekanis (eradiksi/pemotongan daun)
         maupun dengan cara kimia (penyemprotan pestisida). Perlakuan terbaik adalah
         dengan jalan pencegahan (preventif).
         HAMA THRIPS Nimfa dan imago thrips dari                                                                      
         ordo Thysamoptera sama-sama merusak tanaman, yaitu meraut dan mengisap cairan
         sel. Tanda kerusakan awal adalah apabila daun dihadapkan pada sinar matahari akan
         terlihat bintik berwarna putih sebesar tubuh hama itu sendiri. Selanjutnya bintik ini
         meluas dan akhirnya daun menguning dan mengering. Pengendalian serangan hama
         ini dilakukan dengan cara mekanis, yaitu membunuh binatangnya bila terlihat pada
         batang tanaman. Cara lainnya adalah dengan jalan memasukkan larutan insektisida ke
         sarangnya atau dilakukan penyemprotan insektisida pada tanaman.
         JANGKRIK
         Jangkrik dari ordo Ortoptera menyerang tanaman timun gherkin muda di lapang.
         Jangkrik ini memotong batang tanaman kemudian potongannya ditinggalkan di
         tempat atau dibawa ke sarangnya. Pengendaliannya sama dengan pengendalian pada
         thrips.
         PENYAKIT DOWNY MILDEW Serangan penyakit Downy mildew
        (Pseudomonas cubensis Berk dan Curt) diawali dengan adanya bintik hitam pada
         permukaan daun yang kemudian berubah menjadi kuning. Selanjutnya bintik ini
         meluas menjadi bercak kotak-kotak berwarna kuning atau cokelat mengikuti besarnya
         jala (tulang daun) yang menghubungkan cabang-cabang pada tulan daun. Tanda yang
         lain adalah terdapatnya jamur berwarna hitam pada bagian bawah daun. Pengendalian
         dan pemberantasan penyakit ini dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti
         Benlate atau Dithane-45
         POWDERY MILDEW Awal serangan penyakit ini ditandai dengan  
          terdapatnya serbuk halus berwarna putih pada permukaan atas dan bawah daun.
         Selanjutnya spora jamur ini akan meluas merata pada helaian daun sehingga
         menyebabkan daun menguning, menebal, kaku, dan melipat ke atas. Pengendalian
         dan pemberantasannya sama seperti pada penyakit Downy mildew
         Pencegahan dan pengedalian hama
         Pengendalian hama atau penyakit bila perlu saja, yaitu bila terlihat gejala ada serangan atau penyakit. 
         Untuk tindakan preventif lakukan penyemprotan 1 -2 kali seminggu setelah tanam, dengan pestisisida , 
         insektisida ,atau fungisida secara bergantian dengan dosis sesuai anjuran diatas.
 7. PEMANENAN.
        Timun gherkin dapat dipanen setelah tanaman berumur 38 – 40 hari sejak tanam.
        Buah yang dipanen berukuran panjang sekitar 18 – 20cm dengan berat antara 80-120g
        Buah yang berbentuk lurus berdiameter 1,5 – 2,5 cm dengan berat 20 g adalah buah
        kualitas super. Saat panen yang baik adalah pagi hari antara pukul 06.00-10.00 dan
        sore hari antara pukul 15.00-17.00